Senin, 17 Agustus 2015

Ibu Rumah Tangga atau Wanita Karir?

Assalamualaykum Wr.Wb sahabat semuanya. semoga kita masih tetap dan selalu dalam lindungan Allah ya, Aamiin Ya Mujib. 


Ya, kalimat "Ibu Rumah Tangga atau Wanita Karir?" tersebut sengaja saya jadikan judul pembahasan kali ini karna beberapa minggu yang lalu ketika masih dalam suasana libur kuliah juga libur pasca lebaran saya membantu mama memasak didapur, mencuci piring dan pakaian, menyetrika, membereskan rumah mulai dari membersihkan debu yang ada di kamar, diatas meja belajar, menyapu rumah dari depan hingga belakang, dan menyapu sampah dihalaman rumah pun. 
Iya saya sengaja membantu mama membereskan rumah ketika liburan kemaren, karna hanya pada saat itulah kesempatannya, sebab kalau sudah di hari-hari kuliah akan sangat jarang sekali berkesempatan membantu mama membersihkan rumah.Hmm saya sebagai seorang mahasiswi kesehatan, mohon maklumi saja bagaimana full nya jadwal kuliah dan pratikum, bagaimana tumpukan tugas dan bagaimana hectic nya hahaha udah senyumin aja :)
Kalau dihari-hari kuliah hal yang dapat saya lakukan dirumah hanya seperti mencuci piring, menyapu dan menyetrika pakaian.

Karna liburan kemaren lumayan lama, kurang lebih 2 bulanan.. saya pun tak menyia-nyia kan kesempatan ini untuk belajar, selain belajar ilmu pengetahuan belajar jadi ibu rumah tangga juga doong *ehaha. Yap, bukan kah sebagai wanita kita harus bisa memasak? jika tidak akan menjadi chef profesional seperti Fara Queen pun paling tidak untuk memasak masakan untuk keluarga kelak saja cukup. Well, saya rasa semua wanita juga tau akan hal ini haha.

Ternyata eh ternyata jadi Ibu Rumah Tangga itu juga tidak mudah, semisalnya saja ketika seharian saya ambil alih tugas mama dirumah karna mama saya sedang dinas pagi kala itu.
Ketika bangun, sholat subuh, nonton saya langsung menyapu rumah dibagian dalam, lalu menyuci pakaian, meskipun sudah menggunakan mesin cuci, tapi subhanallah capeknya karna dikucek juga :')
setelah selesai mencuci dan menjemur pakaian, saya mandi dan langsung ke pasar dekat rumah untuk membeli bahan masakan seperti Ayam,Tahu,Sayur,Cabe,Bawang,dll.

Hihi lucu sekali rasanya, ada kesan tersendiri ketika bisa berbelanja, bertemu dengan Ibu-ibu dengan pedagang yang berbagai macam sifat nya mulai dari yang sangat ramah hingga ada yang jutek. Nawar-nawar dan sebagainya. Ya, ganti suasana aja kali ya, yang biasanya saya kira-kira jam 11 an dihari kuliah mungkin saja sedang kuliah,pratikum atau sedang membuat tugas dll, namun saat libur jam 11-an ini sedang dipasar belanja keperluan masak dan nawar-nawar, how nice it was ulala~

Hmm ini fotonya 






































Ya, itu foto saat membeli cabe dan bawang.
Dan setelah selesai membeli ayam,tahu,cabe,bawang,sayur dan tahu sesampainya dirumah saya langsung membersihkannya dan langsung memasaknya.






















Hmm if you know what is it, u r really "calon Ibu Rumah Tangga yang baik" haha.
Iya kalau di Minang itu namanya "Giliang Lado" atau bahasa Indonesianya "Menggiling cabe" agar cabe nya hancur, lunak dan bisa digoreng untuk kemudian dicampur bersama ayam goreng dll.

*step by step passed* setelah membersihkan ayam, membaginya jadi dua karna saat itu saya ingin membuat Ayam Goreng dan Ayam Kecap dan sayurnya "Sayua Pucuak Parancih" itu namanya di Minang, sedangkan kalau Bahasa Indonesia nya "Sayur Singkong" hihi. Alhamdulillah saya bisa menyelesaikannya, meskipun masih sedikit diinstruksikan mama takaran bumbunya. 
Ya, punya kebanggaan sendiri saja rasanya bisa masak untuk keluarga. Dan Alhamdulillah masakan saya habis hari itu juga.


Dan ini Hasilnya :



















Hmm, begitulah.. seharian kala itu saya benar-benar membereskan rumah dari A-Z. Lelah? jangan tanya ya. Bangga? Alhamdulillah punya kepuasan sendiri.

Dari sini, saya dapat pembelajaran. Ternyata jadi Ibu Rumah Tangga itu tidak mudah, butuh kesabaran, keuletan, ketekunan, juga skill dalam memasak. Ya, kesabaran dalam bekerja membereskan rumah agar rumah terlihat rapi dan bersih. Memasak untuk suami dan anak, merawat dan mendidik anak sehari-hari. Mencuci dan menyetrika agar pakaian bersih dan rapi tentunya.

Atau jadi wanita karir? Yang sehari-hari turun naik mobil ke kantor membawa tas berisi kotak make-up,dompet, file penting, surat-surat, laptop,dll. Pergi pagi pulang petang? Dan menyerahkan urusan rumah tangga pada orangtua jika tinggal serumah dengan orang tua atau menggunakan jasa asisten rumah tangga?

Anda pilih yang mana? Haaayo~

Kalau saya? lihat nanti saja, bagaimana takdir saya nantinya. Kalau saya ditakdirkan bekerja menjadi pegawai tetap atau terikat kontrak dengan Rumah Sakit atau Perusahaan ya otomatis saya akan menjadi wanita karir, tapi bagaimana pun kepandaian dan kepiawaian dalam urusan mengerjakan urusan rumah tangga harus dikuasai juga kan? Tapi kalau suami saya kelak menyuruh saya agar merawat anak dirumah dan mengurus rumah tangga, ya saya akan laksanakan perintah beliau kelak, fix jadi ibu rumah tangga yang baik dan bijaksana. Aamiin Ya Rabb.

Intinya, jadi apapun dan siapapun seorang wanita kelak, hendaklah harus menguasai kepandaian dalam mengerjakan urusan rumah tangga, sekurang-kurangnya saja bisa memasak, masak untuk suami dan anak.
Ya, saya tau setiap orang memiliki standar yang berbeda dalam hidupnya. Tapi, saya hanya ingin menyampaikan pendapat saya. 

Saya menulis ini tepat berusia 20 Tahun 1 Minggu haha, masih muda? Iya muda sekali, remaja tahap akhir yang memasuki dewasa awal. Terlalu cepat membahas ini? atau terlalu visioner? Gpp lah ya, sesekali memandang kedepan, biar ada persiapan.

Terimakasih, sudah membaca :)

Sabtu, 01 Agustus 2015

Gema Nuzul Qur'an 1436 H Masjid Al-Faizin


Assalamualaikum Wr.Wb..
Hallo reader semua, semoga kita selalu dalam lindungi Allah ya, Aamiin Ya Rabb..

Hmm,baiklah gambar diatas adalah salah satu cuplikan dari lomba Gema Nuzul Qur'an 1436 H, yang kala itu sedang berlangsung pemberian kata sambutan dari Ketua Pelaksana yaitu saudara Shandy Septian. 
Apa itu Gema Nuzul Qur'an?
Ya, Gema Nuzul Qur'an ini adalah sebuah lomba/kegiatan yang digelar dalam rangka menyemarakkan Nuzul Qur'an 1436 H.
Lomba ini diadakan oleh IKRAMA (Ikatan Remaja Masjid Al-Faizin) yang bertemakan "Dengan Nuzul Qur'an kita ciptakan rasa cinta membaca Al-Qur'an"

Sedangkan tujuan dari kegiatan ini adalah :
• Meningkatkan nilai kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW
•Dapat menyalurkan kreativitas remaja sesuai dengan syariat Islam
•Membangkitkan nilai-nilai Islami pada remaja dan masyarakat kota Padang
•Melaksakan kegiatan yang tentunya bermanfaat, tidak hanya untuk remaja tetapi juga masyarakat yang berada di kota Padang.
•Meningkatkan pengetahuan keislaman seluruh masyarakat yang ada di lingkungan kota Padang. 

Lalu bagaimana dengan target dari kegiatan ini? Yaitu :
• Mendapatkan remaja yang mampu untuk mensyiarkan nilai-nilai Islam.
• Mengembalikan kembali semangat dan kecintaan tentang Islam kepada generasi muda yang sudah mulai luntur.
• Melakukan aksi nyata dalam upaya mensyiarkan Islam di dalam masyarakat kota Padang.
• Mengadakan kegiatan khusus yaitu Nuzul Qur’an dalam rangka syiar agama Islam.

Kemudian peserta dari kegiatan ini adalah
• TPA/TPSA Masjid di Kota Padang.
• Siswa/ I SD yang berdomisli di Masjid Masing masing
• Remaja/i di Kota Padang

Dari sekian banyak rancangan lomba yang akan kami adakan,karna berbagai faktor, maka inilah lomba yang berhasil diadakan kali ini :
1.Musabaqah Tillawatil Qur’an antar Mushalla / Masjid di Kota Padang
2.Lomba Cerdas Cermat Islam SMP dan SMA
3.Lomba Adzan tingkat santiwan SD dan SMP
4.Lomba Hifzil Perorangan dan kelompok tingkatan SD, SMP, dan SMA

Untuk tahun pertama hanya 4 jenis kegiatan ini yang baru bisa kami adakan, semoga kami masih bisa menggelar lomba Nuzul Qur'an ke 1,2,3 hingga seterusnya, semoga bisa diadakan setiap tahun (oleh generasi-generasi baru Ikrama) Aamiin Ya Rabb..
Alhamdulillah, lomba ini diikuti oleh lumayan banyak Masjid di Kota Padang, meski belum seluruhnya namun termasuk kategori "Alhamdulillah" lah kalau menurut kami.

Dan ini sedikit moment yang berhasil diabadikan ketika lomba (ini yang menggunakan kamera ponsel, karena foto yang dikamera belum diminta ke teman haha)

 

Ini adalah undangan yang Alhamdulillah kala itu dihadiri oleh utusan Walikota Padang (waktu itu bapak Mahyeldi berhalangan hadir karena beliau menghadiri kegiatan yang mungkin saat itu tidak bisa ditinggalkan juga), Camat Padang Utara, Lurah Gunung Pangilun, Ketua RW dan Ketua RT selingkungan Gunung Pangilun, Niniak Mamak,Alim Ulama,Cadiak Pandai,serta masyarakat sekitar.

 
Dekorasi pentas.. 



Ini adalah Pembawa acaranya.. (ondeh rancak bana uda jo uni ko haha)


 
Lomba cerdas cermat


   
Ini seorang santriwati peserta Hifzil perorangan.. (jujur saja saya memiliki kekaguman tersendiri pada penghafal-penghafal Al-Qur'an seperti adek ini dan peserta lain, Semoga saja kelak saya juga bisa memiliki anak-anak penghafal Al-Qur'an nantinya, Aamiin Ya Rabb.. Numpang nyisip do'a boleh lah ya haha)

 
 Ini dewan juri cerdas cermatnya..

 

Ini adalah official lomba dari Masjid masing-masing, yang kala itu sedang berlangsung lomba cerdas cermat.

 
Ini foto beberapa orang panitia yang masih berdiskusi tentang persiapan kegiatan besok harinya, saya ingat sekali foto ini diambil setelah penutupan Pesantren Ramadhan 1436 H dan Muhasabah, sekitar jam 2 Malam, saat itu kami panitia dan beberapa peserta sahur bersama di Masjid, ah indah sekali kalau di ingat.


 


Ini kokarde kami.. bukan hanya bangga menggunakan ini, juga banyak sukaduka yang kami hadapi, seperti kami harus amanah dengan jabatan "Panitia Gema Nuzul Qur'an 1436 H" harus berdedikasi penuh, luangkan waktu, kadang rapat setelah sholat tarawih hingga jam 12 Malam, kadang kalau siang ditengah-tengah kesibukan mengurus kegiatan Pesantren Ramadhan kami juga mengurus keperluan kegiatan, seperti mengantar propasal ke beberapa tempat, mengantar undangan lomba ke Masjid-Masjid,dll. Iya meski masing-masing dari kami sudah memiliki tugas masing-masing namun kadang jiwa saling bantu masih harus tetap ditegakkan lah ya haha, ya pernah juga waktu itu lomba Hifzil perorangan hingga jam 6 sore, hingga kami panitia pun berbuka bersama di Masjid, ah betapa menyenangkannya.. meskipun lelah namun kelelahan itu seolah hilang oleh canda dan tawa dalam kebersamaan kami. Alhamdulillah atas setiap kekuatan yang diberikan Allah.

 

Baaaaah dan inilah Piala pemenang lomba nya dan Selamat kepada masing-masing pemenang.


   

Dan inilah.. 
Alhamdulillah, Kegiatan Gema Nuzul Qur'an 1436 H diliput dan diterbitkan oleh sebuah Media Cetak di Padang. 
Terimakasih Ya Allah, untuk semua kekuatan semua kemudahan sehingga kami bisa menggelar Kegiatan Lomba Gema Nuzul Qur'an ini hingga sukses. 
Terimakasih juga untuk semua panitia, untuk kerja keras, keikhlasan,semangat nya yang membara. Terimakasih juga untuk pembina serta pengurus masjid yang turut mendukung acara kami, Donatur, masyarakat, serta kepada semua peserta yang sudah berpartisipasi memeriahkan acara kami. 

Semoga dengan kegiatan ini kita semua dapat meningkatkan kecintaan kepada Allah SWT, Rasulullah SAW dan Al-Qur'an, meningkatkan ukhuwah serta meningkatkan kreativitas sesuai dengan syariat Islam. 

Sekian saja saya rasa, Mohon maaf apabila ada khilaf dan salah. 
Wabillahitaufikwalhidayah.. Wassalamualaikum Wr.Wb.