Senin, 17 Agustus 2015

Ibu Rumah Tangga atau Wanita Karir?

Assalamualaykum Wr.Wb sahabat semuanya. semoga kita masih tetap dan selalu dalam lindungan Allah ya, Aamiin Ya Mujib. 


Ya, kalimat "Ibu Rumah Tangga atau Wanita Karir?" tersebut sengaja saya jadikan judul pembahasan kali ini karna beberapa minggu yang lalu ketika masih dalam suasana libur kuliah juga libur pasca lebaran saya membantu mama memasak didapur, mencuci piring dan pakaian, menyetrika, membereskan rumah mulai dari membersihkan debu yang ada di kamar, diatas meja belajar, menyapu rumah dari depan hingga belakang, dan menyapu sampah dihalaman rumah pun. 
Iya saya sengaja membantu mama membereskan rumah ketika liburan kemaren, karna hanya pada saat itulah kesempatannya, sebab kalau sudah di hari-hari kuliah akan sangat jarang sekali berkesempatan membantu mama membersihkan rumah.Hmm saya sebagai seorang mahasiswi kesehatan, mohon maklumi saja bagaimana full nya jadwal kuliah dan pratikum, bagaimana tumpukan tugas dan bagaimana hectic nya hahaha udah senyumin aja :)
Kalau dihari-hari kuliah hal yang dapat saya lakukan dirumah hanya seperti mencuci piring, menyapu dan menyetrika pakaian.

Karna liburan kemaren lumayan lama, kurang lebih 2 bulanan.. saya pun tak menyia-nyia kan kesempatan ini untuk belajar, selain belajar ilmu pengetahuan belajar jadi ibu rumah tangga juga doong *ehaha. Yap, bukan kah sebagai wanita kita harus bisa memasak? jika tidak akan menjadi chef profesional seperti Fara Queen pun paling tidak untuk memasak masakan untuk keluarga kelak saja cukup. Well, saya rasa semua wanita juga tau akan hal ini haha.

Ternyata eh ternyata jadi Ibu Rumah Tangga itu juga tidak mudah, semisalnya saja ketika seharian saya ambil alih tugas mama dirumah karna mama saya sedang dinas pagi kala itu.
Ketika bangun, sholat subuh, nonton saya langsung menyapu rumah dibagian dalam, lalu menyuci pakaian, meskipun sudah menggunakan mesin cuci, tapi subhanallah capeknya karna dikucek juga :')
setelah selesai mencuci dan menjemur pakaian, saya mandi dan langsung ke pasar dekat rumah untuk membeli bahan masakan seperti Ayam,Tahu,Sayur,Cabe,Bawang,dll.

Hihi lucu sekali rasanya, ada kesan tersendiri ketika bisa berbelanja, bertemu dengan Ibu-ibu dengan pedagang yang berbagai macam sifat nya mulai dari yang sangat ramah hingga ada yang jutek. Nawar-nawar dan sebagainya. Ya, ganti suasana aja kali ya, yang biasanya saya kira-kira jam 11 an dihari kuliah mungkin saja sedang kuliah,pratikum atau sedang membuat tugas dll, namun saat libur jam 11-an ini sedang dipasar belanja keperluan masak dan nawar-nawar, how nice it was ulala~

Hmm ini fotonya 






































Ya, itu foto saat membeli cabe dan bawang.
Dan setelah selesai membeli ayam,tahu,cabe,bawang,sayur dan tahu sesampainya dirumah saya langsung membersihkannya dan langsung memasaknya.






















Hmm if you know what is it, u r really "calon Ibu Rumah Tangga yang baik" haha.
Iya kalau di Minang itu namanya "Giliang Lado" atau bahasa Indonesianya "Menggiling cabe" agar cabe nya hancur, lunak dan bisa digoreng untuk kemudian dicampur bersama ayam goreng dll.

*step by step passed* setelah membersihkan ayam, membaginya jadi dua karna saat itu saya ingin membuat Ayam Goreng dan Ayam Kecap dan sayurnya "Sayua Pucuak Parancih" itu namanya di Minang, sedangkan kalau Bahasa Indonesia nya "Sayur Singkong" hihi. Alhamdulillah saya bisa menyelesaikannya, meskipun masih sedikit diinstruksikan mama takaran bumbunya. 
Ya, punya kebanggaan sendiri saja rasanya bisa masak untuk keluarga. Dan Alhamdulillah masakan saya habis hari itu juga.


Dan ini Hasilnya :



















Hmm, begitulah.. seharian kala itu saya benar-benar membereskan rumah dari A-Z. Lelah? jangan tanya ya. Bangga? Alhamdulillah punya kepuasan sendiri.

Dari sini, saya dapat pembelajaran. Ternyata jadi Ibu Rumah Tangga itu tidak mudah, butuh kesabaran, keuletan, ketekunan, juga skill dalam memasak. Ya, kesabaran dalam bekerja membereskan rumah agar rumah terlihat rapi dan bersih. Memasak untuk suami dan anak, merawat dan mendidik anak sehari-hari. Mencuci dan menyetrika agar pakaian bersih dan rapi tentunya.

Atau jadi wanita karir? Yang sehari-hari turun naik mobil ke kantor membawa tas berisi kotak make-up,dompet, file penting, surat-surat, laptop,dll. Pergi pagi pulang petang? Dan menyerahkan urusan rumah tangga pada orangtua jika tinggal serumah dengan orang tua atau menggunakan jasa asisten rumah tangga?

Anda pilih yang mana? Haaayo~

Kalau saya? lihat nanti saja, bagaimana takdir saya nantinya. Kalau saya ditakdirkan bekerja menjadi pegawai tetap atau terikat kontrak dengan Rumah Sakit atau Perusahaan ya otomatis saya akan menjadi wanita karir, tapi bagaimana pun kepandaian dan kepiawaian dalam urusan mengerjakan urusan rumah tangga harus dikuasai juga kan? Tapi kalau suami saya kelak menyuruh saya agar merawat anak dirumah dan mengurus rumah tangga, ya saya akan laksanakan perintah beliau kelak, fix jadi ibu rumah tangga yang baik dan bijaksana. Aamiin Ya Rabb.

Intinya, jadi apapun dan siapapun seorang wanita kelak, hendaklah harus menguasai kepandaian dalam mengerjakan urusan rumah tangga, sekurang-kurangnya saja bisa memasak, masak untuk suami dan anak.
Ya, saya tau setiap orang memiliki standar yang berbeda dalam hidupnya. Tapi, saya hanya ingin menyampaikan pendapat saya. 

Saya menulis ini tepat berusia 20 Tahun 1 Minggu haha, masih muda? Iya muda sekali, remaja tahap akhir yang memasuki dewasa awal. Terlalu cepat membahas ini? atau terlalu visioner? Gpp lah ya, sesekali memandang kedepan, biar ada persiapan.

Terimakasih, sudah membaca :)

Sabtu, 01 Agustus 2015

Gema Nuzul Qur'an 1436 H Masjid Al-Faizin


Assalamualaikum Wr.Wb..
Hallo reader semua, semoga kita selalu dalam lindungi Allah ya, Aamiin Ya Rabb..

Hmm,baiklah gambar diatas adalah salah satu cuplikan dari lomba Gema Nuzul Qur'an 1436 H, yang kala itu sedang berlangsung pemberian kata sambutan dari Ketua Pelaksana yaitu saudara Shandy Septian. 
Apa itu Gema Nuzul Qur'an?
Ya, Gema Nuzul Qur'an ini adalah sebuah lomba/kegiatan yang digelar dalam rangka menyemarakkan Nuzul Qur'an 1436 H.
Lomba ini diadakan oleh IKRAMA (Ikatan Remaja Masjid Al-Faizin) yang bertemakan "Dengan Nuzul Qur'an kita ciptakan rasa cinta membaca Al-Qur'an"

Sedangkan tujuan dari kegiatan ini adalah :
• Meningkatkan nilai kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW
•Dapat menyalurkan kreativitas remaja sesuai dengan syariat Islam
•Membangkitkan nilai-nilai Islami pada remaja dan masyarakat kota Padang
•Melaksakan kegiatan yang tentunya bermanfaat, tidak hanya untuk remaja tetapi juga masyarakat yang berada di kota Padang.
•Meningkatkan pengetahuan keislaman seluruh masyarakat yang ada di lingkungan kota Padang. 

Lalu bagaimana dengan target dari kegiatan ini? Yaitu :
• Mendapatkan remaja yang mampu untuk mensyiarkan nilai-nilai Islam.
• Mengembalikan kembali semangat dan kecintaan tentang Islam kepada generasi muda yang sudah mulai luntur.
• Melakukan aksi nyata dalam upaya mensyiarkan Islam di dalam masyarakat kota Padang.
• Mengadakan kegiatan khusus yaitu Nuzul Qur’an dalam rangka syiar agama Islam.

Kemudian peserta dari kegiatan ini adalah
• TPA/TPSA Masjid di Kota Padang.
• Siswa/ I SD yang berdomisli di Masjid Masing masing
• Remaja/i di Kota Padang

Dari sekian banyak rancangan lomba yang akan kami adakan,karna berbagai faktor, maka inilah lomba yang berhasil diadakan kali ini :
1.Musabaqah Tillawatil Qur’an antar Mushalla / Masjid di Kota Padang
2.Lomba Cerdas Cermat Islam SMP dan SMA
3.Lomba Adzan tingkat santiwan SD dan SMP
4.Lomba Hifzil Perorangan dan kelompok tingkatan SD, SMP, dan SMA

Untuk tahun pertama hanya 4 jenis kegiatan ini yang baru bisa kami adakan, semoga kami masih bisa menggelar lomba Nuzul Qur'an ke 1,2,3 hingga seterusnya, semoga bisa diadakan setiap tahun (oleh generasi-generasi baru Ikrama) Aamiin Ya Rabb..
Alhamdulillah, lomba ini diikuti oleh lumayan banyak Masjid di Kota Padang, meski belum seluruhnya namun termasuk kategori "Alhamdulillah" lah kalau menurut kami.

Dan ini sedikit moment yang berhasil diabadikan ketika lomba (ini yang menggunakan kamera ponsel, karena foto yang dikamera belum diminta ke teman haha)

 

Ini adalah undangan yang Alhamdulillah kala itu dihadiri oleh utusan Walikota Padang (waktu itu bapak Mahyeldi berhalangan hadir karena beliau menghadiri kegiatan yang mungkin saat itu tidak bisa ditinggalkan juga), Camat Padang Utara, Lurah Gunung Pangilun, Ketua RW dan Ketua RT selingkungan Gunung Pangilun, Niniak Mamak,Alim Ulama,Cadiak Pandai,serta masyarakat sekitar.

 
Dekorasi pentas.. 



Ini adalah Pembawa acaranya.. (ondeh rancak bana uda jo uni ko haha)


 
Lomba cerdas cermat


   
Ini seorang santriwati peserta Hifzil perorangan.. (jujur saja saya memiliki kekaguman tersendiri pada penghafal-penghafal Al-Qur'an seperti adek ini dan peserta lain, Semoga saja kelak saya juga bisa memiliki anak-anak penghafal Al-Qur'an nantinya, Aamiin Ya Rabb.. Numpang nyisip do'a boleh lah ya haha)

 
 Ini dewan juri cerdas cermatnya..

 

Ini adalah official lomba dari Masjid masing-masing, yang kala itu sedang berlangsung lomba cerdas cermat.

 
Ini foto beberapa orang panitia yang masih berdiskusi tentang persiapan kegiatan besok harinya, saya ingat sekali foto ini diambil setelah penutupan Pesantren Ramadhan 1436 H dan Muhasabah, sekitar jam 2 Malam, saat itu kami panitia dan beberapa peserta sahur bersama di Masjid, ah indah sekali kalau di ingat.


 


Ini kokarde kami.. bukan hanya bangga menggunakan ini, juga banyak sukaduka yang kami hadapi, seperti kami harus amanah dengan jabatan "Panitia Gema Nuzul Qur'an 1436 H" harus berdedikasi penuh, luangkan waktu, kadang rapat setelah sholat tarawih hingga jam 12 Malam, kadang kalau siang ditengah-tengah kesibukan mengurus kegiatan Pesantren Ramadhan kami juga mengurus keperluan kegiatan, seperti mengantar propasal ke beberapa tempat, mengantar undangan lomba ke Masjid-Masjid,dll. Iya meski masing-masing dari kami sudah memiliki tugas masing-masing namun kadang jiwa saling bantu masih harus tetap ditegakkan lah ya haha, ya pernah juga waktu itu lomba Hifzil perorangan hingga jam 6 sore, hingga kami panitia pun berbuka bersama di Masjid, ah betapa menyenangkannya.. meskipun lelah namun kelelahan itu seolah hilang oleh canda dan tawa dalam kebersamaan kami. Alhamdulillah atas setiap kekuatan yang diberikan Allah.

 

Baaaaah dan inilah Piala pemenang lomba nya dan Selamat kepada masing-masing pemenang.


   

Dan inilah.. 
Alhamdulillah, Kegiatan Gema Nuzul Qur'an 1436 H diliput dan diterbitkan oleh sebuah Media Cetak di Padang. 
Terimakasih Ya Allah, untuk semua kekuatan semua kemudahan sehingga kami bisa menggelar Kegiatan Lomba Gema Nuzul Qur'an ini hingga sukses. 
Terimakasih juga untuk semua panitia, untuk kerja keras, keikhlasan,semangat nya yang membara. Terimakasih juga untuk pembina serta pengurus masjid yang turut mendukung acara kami, Donatur, masyarakat, serta kepada semua peserta yang sudah berpartisipasi memeriahkan acara kami. 

Semoga dengan kegiatan ini kita semua dapat meningkatkan kecintaan kepada Allah SWT, Rasulullah SAW dan Al-Qur'an, meningkatkan ukhuwah serta meningkatkan kreativitas sesuai dengan syariat Islam. 

Sekian saja saya rasa, Mohon maaf apabila ada khilaf dan salah. 
Wabillahitaufikwalhidayah.. Wassalamualaikum Wr.Wb.

Minggu, 26 Juli 2015

IKRAMA (Ikatan Remaja Masjid Al-Faizin)



Assalamualaikum Wr.Wb..
Hallo Blogger yang berbahagia.. apa kabar? Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah ya, Aamiin Ya Rabb. 
Udah lama ga ngeblog dan alhamdulillah teramat sangat malam ini berhasil ngumpulin mood buat nulis haha..
Well, foto diatas itu adalah logo IKRAMA (Ikatan Remaja Masjid Al-Faizin) Untuk informasi, Masjid Al-Faizin ini berlokasi di Jl.Gunung Ledang, Kelurahan Gunung Pangilun dan dikecamatan Padang Utara.
Hmm Ikrama ini sudah berdiri dari tahun 1990an, saya kurang tau juga tahun berapa tepatnya Ikrama ini awal didirikan, yang jelas keterangan yang didapat dari seorang senior Ikrama, Ikrama ini sudah berusia kurang lebih 20tahun (wah seumuran doong ya sama saya, InsyaAllah Agustus tahun ini masuk 20 tahun) haha promosi *abaikan.
Ikrama (Ikatan Remaja Masjid Al-Faizin) adalah salah satu wadah organisasi islam yang telah dibentuk oleh generasi muda sekitar Masjid Al-Faizin yang dahulu. 
Hmm bagaimana dengan tujuan/manfaat Ikrama? 
1.Untuk memperkuat ukhuwah islamiah antara remaja/i dilingkungan Masjid Al-Faizin
2.Agar remaja/i mengetahui bagaimana cara berorganisasi yang baik
3.Mendukung program pemerintah untuk menciptakan generasi Qur'ani dan kembali ka Surau
4.Menghindari generasi muda dari pengaruh negatif dunia asing.

Bagaimana dengan program kerja?
InsyaAllah sejauh ini program yang sudah berhasil dilaksanakan oleh Ikrama baik program tahunan pemerintah seperti Pesantren Ramadhan,dll maupun program kerja yang dibentuk sendiri oleh Ikrama seperti :
Program tahunan/ agenda wajib :
1.Pesantren Ramadhan setiap tahun
2.Wirid Remaja
3.Maulid Nabi
4.Isra Mi'raj
5.Maulid Nabi,dll

Sedangkan program yang sudah berhasil diselenggarakan Ikrama seperti :
1.Penyelenggaraan lomba se-Kecamatan Padang Utara pada tahun 2005 dalam rangka memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW pesertanya santriwan/i  TPA seperti lomba pidato,puisi islam,dll.
2.Penyelenggaran Khatam Al-Qur'an pertama di Masjid Al-Faizin pada tahun 2013
3.Lomba Gema Nuzul Qur'an 1436 H Se-kota Padang pada bulan Ramadhan tahun ini.

Ya, mungkin baru beberapa program diatas tersebut yang baru berhasil kami laksanakan meskipun Ikrama ini sudah berdiri kurang lebih 20tahun, namun sering vakum disebabkan faktor kesibukkan masing-masing pengurus. Ya, pengurus Ikrama ini rata-rata adalah Mahasiswa.. Yang awal mulanya di rekrut semenjak lulus SMA. Maklumlah, namanya juga mahasiswa. Alhamdulillah berkat ide dan kegigihan jugalah pada akhir tahun 2012 kembali pengurus Ikrama mengundang para remaja/i sekitaran Masjid Al-Faizin untuk kembali ke Masjid guna menyusun dan merekrut kepengurusan Ikrama yang baru karna masa jabatan pengurus Ikrama 2011/2012 yang kala itu diketuai oleh bang Wista Yuki O.D Putra, S.Pt (Fyi, bang Yuki ini adalah seorang wartawan berbakat sebuah surat kabar terkemuka dikota Padang. ciehaha promosi dikit boleh lah ya) akan segera berakhir, hingga awal Tahun 2013 yaitu tepatnya 6 Januari 2013 kami (pengurus Ikrama periode 2012/2013) dilantik oleh pengurus Masjid. Sebelum diketuai oleh Bang Yuki, Ikrama juga pernah diketuai oleh Ustad Ahmad Sunendi yang sekarang sudah menjadi seorang Guru dan sudah berkeluarga yang Alhamdulillah sudah dikaruniai satu orang anak dan sekarang beliau menetap di Bengkulu, semoga selalu dalam lindungan Allah ya Ustad Nendi, btw kangen juga belajar ngaji di TPA diajarin Ustad Nendi.
Itulah sedikit seluk beluk tentang kepemimpinan Ikrama yang saya ketahui, juga masih banyak pengurus yang lainnya juga pada masa itu seperti : Uni Dewi, Uni Endang, Uni Anda, Kak Mulia,Kak Linda, Kak Rini, Kak Tuti, Ustad Aldo,dll.

Berikut Struktur kepengurusan Ikrama periode 2012/2013 :

Penasehat       : Pengurus Masjid Al-Faizin
Pembina         : 1. St.Syahril MM
                         2. Wista Yuki O.D Putra, S.Pt
Ketua Umum         : Tri Agus Setia
Ketua I                   : Rifaldi Akbar Syah
Sekretaris Umum   : Rezky Gustin Syuhada
Sekretaris I             : Fithri Umara Zuel
Bendahara              : Cindy Amriza

1. Departemen Pendidikan dan Da'wah
Koordinator : Rahmad Syahputra
Sekretaris     : Desmilia Gita
Anggota       : Ike Fitri

2. Departemen Kaderisasi
Koordinator : Shandy Septian
Sekretaris     : Synta Illahi
Anggota       : Taufik Akbar Wibowo

3. Departemen Infokom
Koordinator : Teguh Prasetyo
Sekretaris     : Anggia Septinurjesya
Anggota       : Ari Irsan

4.Departemen Dana dan Usaha
Koordinator : Ogie Monalisa Putri
Sekretaris     : Lativa Yuswanita
Anggota       : -Aisyah
                       -Ega Sri Rahayu

5.Departemen Sosial, Seni dan Olahraga
Koordinator : Ramadhani Fitra Basri
Sekretaris     : Yuriva Zola Marissa
Anggota       : Ayu

Itulah sususan kepengurusan Ikrama periode 2012/2013. Harusnya pada 2014 kemaren sudah diadakan pergantian kepengurusan baru,namun karna faktor kesibukan jugalah sampai saat ini (27 Juli 2015) kami belum memperbaharui kepengurusan Ikrama. InsyaAllah berdasarkan hasil rapat pada Sabtu, 25 Juli 2015 kemaren pergantian kepengurusan Ikrama akan diadakan pada April 2016.

Hmm, sekian saja saya rasa.
Semoga organisasi kami ini bisa terus aktif, bisa terus memperkuat ukhuwah remaja sekitar, tetap meramaikan Masjid dan bisa mendukung program pemerintah yang menciptakan generasi Qur'ani dan kembali ka Surau. Aamiin Ya Rabb..

Mohon maaf apabila ada khilaf dan salah dalam penulisan dan jika ada nama pendahulu Ikrama yang belum dituliskan disini karna Ikrama ini juga sudah lama berdiri nyaris seumuran saya (20 Tahun) karna minim informasi jugalah yang sedikit membatasi kelengkapan penulisan diatas.

Salam Hormat, Sekretaris Umum Ikrama Periode 2012/2013.
Rezky Gustin Syuhada.


 


Qs : Ar-Rum ayat ke 21

Jumat, 05 Desember 2014

Me, time by time.

this is some footage/potrait of my journey time by time~
when i was 3th years old, when i was in kindergarten, on elementary school, junior high school, senior high school and then, this is me nowadays. time flies so fast anyway. and now alhamdulillah i've been 19th yo. thanks for the great journey, God 


With Love,
REZKY GUSTIN SYUHADA.

Jika Istrimu Seorang Perawat

Jika Istrimu Seorang Perawat
Seorang perawat dapat bekerja dimana saja. Di rumah sakit, puskesmas, perusahaan, dan bisa juga membuka klinik keperawatan di rumah atau home care.
Jika isterimu seorang perawat, mungkin dia tak bisa selalu bersamamu setiap waktu. Karena ada yang harus selalu dia jaga, pasiennya. Dia hanya dapat libur sekali dalam seminggu. Itu pun tak selalu sabtu minggu, berbeda dengan kamu. Rumah sakit tak mengenal tanggal merah, Sayang, jadi mengertilah. Bahkan yang paling ekstrem kau tak bisa sholat Ied saat Hari Raya bersamanya jika jadwal memang mengharuskannya untuk tetap bertugas.
Seorang perawat akan siap sedia mengatasi keluhan setiap pasiennya. Hampir setiap hari yang dia dengar adalah keluhan. Ada pasien yang mengeluh sakit, mengeluh mual, mengeluh selang infusnya macet, mengeluh tak nafsu makan, dan seterusnya. Maka janganlah kau terlalu sering mengeluh di hadapannya. Terlebih tentang hal-hal yang sepele. Jika ada masalah, bicaralah baik-baik. Bicarakan semua masalahmu padanya, dia akan dengan rela hati mendengarkanmu. Karena seorang perawat adalah pendengar yang baik.
Jika isterimu seorang perawat dia mungkin akan cerewet sekali menasehati segala hal tentang kesehatan. Memperhatikan dengan cermat setiap masalah kesehatan yang kau dan anak-anakmu alami. Dia paham betul mitos-mitos yang akan mempengaruhi kesehatan. Jadi maafkanlah dia jika sesekali dia tak nurut dengan petuah-petuah ibumu.
Jika yang akan selalu sholat di belakangmu adalah seorang perawat, maka doakanlah dia agar selalu memiliki daya imun yang luar biasa. Karena setiap harinya dia bersentuhan dengan pasien yang beraneka rupa penyakitnya. Ingatkan dia untuk cuci tangan, untuk selalu menggunakan sarung tangan, masker, dan ingatkan dia untuk langsung mandi sepulang bekerja.
Bekerja di rumah sakit memang riskan, tapi semoga kau akan tetap meridhoinya. Karena seorang perawat tak bisa tinggal diam begitu saja. Dia akan lebih bahagia ketika ilmunya bermanfaat, dapat menyehatkan yang sakit dan membuat orang yang sehat menjadi tetap sehat.
Aku sendiri belum dapat memutuskan akan bekerja dimana. Rumah sakit bagiku sedikit terlihat menyeramkan. Bekerja di Dinas Kesehatan Kabupaten sepertinya menyenangkan, bisa mempengaruhi kebijakan dan menjadi advokat bagi masyarakat.  Namun bekerja di perusahaan yang sama denganmu juga terlihat sangat menarik. Berangkat dan pulang bersama. Menjadi konsultan kesehatan bagi rekan-rekan kerjamu. Jika RUU Keperawatan sudah disahkan, mungkin home care jadi pilihan terbaik. Karena dengan membuka praktik sendiri di rumah, aku dapat mendampingimu selalu dan mengamati tumbuh kembang anak-anakmu.
Entahlah aku masih belum bisa memutuskan sekarang. Yang jelas, aku selalu berharap sesekali bisa menjadi tim kesehatan haji bagi rombonganmu. Melakukan wukuf dan sa’i bersama-sama denganmu. Sepertinya menyenangkan.
 ————————————————————-
Submitted :
Lina Safitri
Mahasiswi Keperawatan - Universitas Jenderal Soedirman

Selasa, 25 November 2014

A seminar's memorable door prize :)




Talking about that picture? What is it? It’s a gift. Yap, a simple gift exactly. Simple? Yes, the price isn’t too expensive, ups ‘not expensive’ doesn’t mean ‘cheap or cheaper’ ya.
Ya, sebuah bingkisan sederhana yang terbungkus dengan kertas kado, tidak mahal namun bukan berarti juga murah dan murahan. Jadi? Tepatnya itu adalah sebuah door prize seminar hihi. Jadi, beberapa minggu yang lalu aku ikut seminar di kampus, berhubung jurusan yang aku tekuni adalah Keperawatan, dan otomatis seminarnya juga tentang keperawatan dan kesehatan doong ya, pastinya.. duh apasih hehe. Seminar ini adalah Seminar Nasional Keperawatan, bertemakan “Upaya Peningkatan Kemampuan Manajerial Keperawatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan yang excellent” pembicaranya adalah beberapa orang dosen ku dan pembicara tamu nya adalah Guru besar Keperawatan UI Prof.DR.Budi Anna Keliat,S.Kp,M.AppSc. Seminar ini di adakan di kampus ku Poltekkes Kemenkes RI Padang dan panitianya beberapa orang dosen ku. Aishh, selain seminarnya yang bermanfaat, aku juga sudah mendapat beberapa point disini dan yang paling berkesan adalah bingkisan diatas. 
Nah begini.. setelah seminar selesai, sebelum penutupan acara, dosen yang selaku panitia mulai mengajukan pertanyaan dengan menawarkan beberapa door prize. Seorang dosen favoritku dengan suara lantang, penuh intonasi yang kala itu juga sebagai MC mulai mengajukan pertanyaan kepada audience sembari memegang satu buah kerajang kecil yang berisi beberapa bingkisan sebagai door prize, dimulailah pertanyaan pertama “siapa nama pembicara pertama?sebutkan nama lengkap dan gelar” beberapa tangan mulai bermunculan keatas, telihat dari belakang tempat aku dan teman ku duduk. Awalnya aku tidak terlalu memperhatikan dan mempedulikan door prize-time ini karena aku jarang hoki kalau masalah doorprize begini, setelah MC memilih seseorang untuk menjawab pertanyaan majulah seorang wanita yang aku tidak tau siapa, karna aku duduk dibelakang dan hanya melihat ia berjalan dengan semangat menuju MC, kemudian ia mulai menjawab, namun jawaban ia keliru setelah MC menyatakan “wah, kurang tepat” awalnya aku memang mengacungkan tangan ku ke atas, namun karna aku tidak terpilih dengan pasrah aku kembali menurunkan tanganku, karna menurutku wanita yang menjawab tadi akan menjawab dengan tepat, setelah MC menyatakan bahwa jawaban si wanita tadi kurang tepat karna gelar yang ia sebutkan kurang tepat, dan MC kembali menanya “ayo, siapa yang bisa?” dengan semangat aku mengacungkan tangan kembali, dan alhamdulillah MC menunjukku “iya, yang dibelakang” karna terpilih, aku bersemangat lari ke depan ke arah MC, kemudian aku menjawab dengan lengkap nama pembicara pertama tadi, yaitu “Prof.DR.Budi Anna Keliat,S.Kp,M.AppSc” “ya,bagaimana audience?” “betul...” sorak beberapa audience. Kemudian terdengar tepuk tangan.. Alhamdulillah jawabanku benar, dan MC menawarkan ku untuk memilih sendiri hadiahnya karna aku yang pertama. Haha senang bercampur haru bahagia, wah nano nano deh, excited gitu. Setelah kembali ke tempat duduk, teman ku menyuruh membuka isi nya, mau tak mau aku membukanya setelah dibuka isinya adalah sepasang manset tangan berwarna hitam. Ahamdulillah, lumayan juga.
Hmm, kenapa aku excited?sebenarnya bukan karna mendapat doorprize ini atau karna aku bisa menjawab pertanyaan saja. Begini, si pembicara tamu Prof.DR.Budi Anna Keliat,S.Kp,M.AppSc ini merupakan salah satu tokoh di dunia keperawatan yang sangat aku kagumi, ketika awal kuliah dulu aku iseng browsing tentang keperawatan, lalu menemukan sebuah artikel yang didalamnya ada nama sang Professor yang setelah aku membaca biografi dan beberapa artikel tentangnya,tentang dedikasinya di dunia keperawatan dan aku langsung mengagumi sosok nya. Ya, Prof.DR.Budi Anna Keliat,S.Kp,M.AppSc ini adalah seorang perawat yang sudah mendapatkan gelar professor, dan tenaga pengajar di Fakultas Keperawatan UI, di dunia keperawatan nama beliau sangat familiar apalagi dalam keperawatan jiwa yang menggunakan buku karangan beliau. Wah, betapa senangnya aku ketika mengetahui ada seminar nasional dikampus yang pembicara tamu nya adalah beliau. Sebelumnya aku juga sudah pernah mengikuti kuliah umum beberapa bulan yang lalu tentang Keperawatan Jiwa yang pembicara nya juga beliau. Dan yang berkesan untuk ku waktu itu ketika aku bisa mengajukan pertanyaan kepada beliau, bisa berbicara langsung dengannya dan ketika sesi foto bersama aku bisa berdiri tepat di samping kanan beliau. Ah.. berkesan sekali rasanya, ketika bertemu langsung, berbicara langsung dan berfoto bersama dengan sosok yang kita kagumi.
Semoga kelak aku bisa mengikuti jejak beliau. Aamiin Ya Allah.

Sekian dulu, terimakasih sudah membaca :)