Assalamualaykum Wr.Wb sahabat semuanya. semoga kita masih tetap dan selalu dalam lindungan Allah ya, Aamiin Ya Mujib.
Ya, kalimat "Ibu Rumah Tangga atau Wanita Karir?" tersebut sengaja saya jadikan judul pembahasan kali ini karna beberapa minggu yang lalu ketika masih dalam suasana libur kuliah juga libur pasca lebaran saya membantu mama memasak didapur, mencuci piring dan pakaian, menyetrika, membereskan rumah mulai dari membersihkan debu yang ada di kamar, diatas meja belajar, menyapu rumah dari depan hingga belakang, dan menyapu sampah dihalaman rumah pun.
Iya saya sengaja membantu mama membereskan rumah ketika liburan kemaren, karna hanya pada saat itulah kesempatannya, sebab kalau sudah di hari-hari kuliah akan sangat jarang sekali berkesempatan membantu mama membersihkan rumah.Hmm saya sebagai seorang mahasiswi kesehatan, mohon maklumi saja bagaimana full nya jadwal kuliah dan pratikum, bagaimana tumpukan tugas dan bagaimana hectic nya hahaha udah senyumin aja :)
Kalau dihari-hari kuliah hal yang dapat saya lakukan dirumah hanya seperti mencuci piring, menyapu dan menyetrika pakaian.
Karna liburan kemaren lumayan lama, kurang lebih 2 bulanan.. saya pun tak menyia-nyia kan kesempatan ini untuk belajar, selain belajar ilmu pengetahuan belajar jadi ibu rumah tangga juga doong *ehaha. Yap, bukan kah sebagai wanita kita harus bisa memasak? jika tidak akan menjadi chef profesional seperti Fara Queen pun paling tidak untuk memasak masakan untuk keluarga kelak saja cukup. Well, saya rasa semua wanita juga tau akan hal ini haha.
Ternyata eh ternyata jadi Ibu Rumah Tangga itu juga tidak mudah, semisalnya saja ketika seharian saya ambil alih tugas mama dirumah karna mama saya sedang dinas pagi kala itu.
Ketika bangun, sholat subuh, nonton saya langsung menyapu rumah dibagian dalam, lalu menyuci pakaian, meskipun sudah menggunakan mesin cuci, tapi subhanallah capeknya karna dikucek juga :')
setelah selesai mencuci dan menjemur pakaian, saya mandi dan langsung ke pasar dekat rumah untuk membeli bahan masakan seperti Ayam,Tahu,Sayur,Cabe,Bawang,dll.
Hihi lucu sekali rasanya, ada kesan tersendiri ketika bisa berbelanja, bertemu dengan Ibu-ibu dengan pedagang yang berbagai macam sifat nya mulai dari yang sangat ramah hingga ada yang jutek. Nawar-nawar dan sebagainya. Ya, ganti suasana aja kali ya, yang biasanya saya kira-kira jam 11 an dihari kuliah mungkin saja sedang kuliah,pratikum atau sedang membuat tugas dll, namun saat libur jam 11-an ini sedang dipasar belanja keperluan masak dan nawar-nawar, how nice it was ulala~
Hmm ini fotonya
Ya, itu foto saat membeli cabe dan bawang.
Dan setelah selesai membeli ayam,tahu,cabe,bawang,sayur dan tahu sesampainya dirumah saya langsung membersihkannya dan langsung memasaknya.
Hmm if you know what is it, u r really "calon Ibu Rumah Tangga yang baik" haha.
Iya kalau di Minang itu namanya "Giliang Lado" atau bahasa Indonesianya "Menggiling cabe" agar cabe nya hancur, lunak dan bisa digoreng untuk kemudian dicampur bersama ayam goreng dll.
*step by step passed* setelah membersihkan ayam, membaginya jadi dua karna saat itu saya ingin membuat Ayam Goreng dan Ayam Kecap dan sayurnya "Sayua Pucuak Parancih" itu namanya di Minang, sedangkan kalau Bahasa Indonesia nya "Sayur Singkong" hihi. Alhamdulillah saya bisa menyelesaikannya, meskipun masih sedikit diinstruksikan mama takaran bumbunya.
Ya, punya kebanggaan sendiri saja rasanya bisa masak untuk keluarga. Dan Alhamdulillah masakan saya habis hari itu juga.
Dan ini Hasilnya :
Hmm, begitulah.. seharian kala itu saya benar-benar membereskan rumah dari A-Z. Lelah? jangan tanya ya. Bangga? Alhamdulillah punya kepuasan sendiri.
Dari sini, saya dapat pembelajaran. Ternyata jadi Ibu Rumah Tangga itu tidak mudah, butuh kesabaran, keuletan, ketekunan, juga skill dalam memasak. Ya, kesabaran dalam bekerja membereskan rumah agar rumah terlihat rapi dan bersih. Memasak untuk suami dan anak, merawat dan mendidik anak sehari-hari. Mencuci dan menyetrika agar pakaian bersih dan rapi tentunya.
Atau jadi wanita karir? Yang sehari-hari turun naik mobil ke kantor membawa tas berisi kotak make-up,dompet, file penting, surat-surat, laptop,dll. Pergi pagi pulang petang? Dan menyerahkan urusan rumah tangga pada orangtua jika tinggal serumah dengan orang tua atau menggunakan jasa asisten rumah tangga?
Anda pilih yang mana? Haaayo~
Kalau saya? lihat nanti saja, bagaimana takdir saya nantinya. Kalau saya ditakdirkan bekerja menjadi pegawai tetap atau terikat kontrak dengan Rumah Sakit atau Perusahaan ya otomatis saya akan menjadi wanita karir, tapi bagaimana pun kepandaian dan kepiawaian dalam urusan mengerjakan urusan rumah tangga harus dikuasai juga kan? Tapi kalau suami saya kelak menyuruh saya agar merawat anak dirumah dan mengurus rumah tangga, ya saya akan laksanakan perintah beliau kelak, fix jadi ibu rumah tangga yang baik dan bijaksana. Aamiin Ya Rabb.
Intinya, jadi apapun dan siapapun seorang wanita kelak, hendaklah harus menguasai kepandaian dalam mengerjakan urusan rumah tangga, sekurang-kurangnya saja bisa memasak, masak untuk suami dan anak.
Ya, saya tau setiap orang memiliki standar yang berbeda dalam hidupnya. Tapi, saya hanya ingin menyampaikan pendapat saya.
Saya menulis ini tepat berusia 20 Tahun 1 Minggu haha, masih muda? Iya muda sekali, remaja tahap akhir yang memasuki dewasa awal. Terlalu cepat membahas ini? atau terlalu visioner? Gpp lah ya, sesekali memandang kedepan, biar ada persiapan.
Terimakasih, sudah membaca :)


















